MENGEMBUSKAN NAFAS CINTA (1) - FAKKIR

MENGEMBUSKAN NAFAS CINTA (1)

FAKKIR.XYZ | BUYA HUSEIN MUHAMMAD ~

هذا العالم غارق في الآلام والمآسي من رأسه إلى قدميه، وﻻ أمل له في الشفاء إﻻ بيد الحب.

Dunia tenggelam dalam lara dan penuh luka dari ubun-ubun hingga telapak kaki. Tak ada harapan untuk sembuh kecuali dengan sentuhan tangan Cinta. (Rumi).

Seorang sahabat lama mengirimi saya draf buku karya Denny JA : “Spirituality Of Happines”. Saya senang. Tetapi si teman meminta saya menulis review atas buku ini. Saya tertegun sejenak dengan dada yang berdegup. Ini kehormatan, tetapi bisa jadi beban berat. Apakah saya bisa ?. Ada tenggat waktu yang cukup untuk saya menulis. Saya lalu membacanya selembar demi selembar. Saya bilang buku ini dahsyat dan menggugat kemapanan tradisi beragama dan berpikir. Meski begitu ujung ceritanya dia mengajak berdamai, melalui cinta. Buku ini telah memberi saya pengetahuan tentang istilah-istilah sains baru yang tak saya pahami sebelumnya. Sesudah merenung saya akhirnya memberanikan diri untuk menulis ini, apapun yang terjadi.

Denny JA seperti tengah galau dan menyimpan sangat lama gelisah dan gundah yang menghimpit relung hati . Ia telah membaca sejumlah hasil riset ilmiyah yang menakjubkan. Lalu ia merefleksikan bahwa manusia hari ini tengah dilanda kegelisahan, kecemasan dan keguncangan spiritual. Agama yang berpuluh abad lampau dipercaya mampu menyelesaikan sirkuit kemelut hidup dan menjanjikan kebahagiaan manusia bukan hanya telah gagal dan mengecewakan. Ia malahan justeru memenjarakan, membodohi dan acap merusak tatanan sosial yang damai. Agama dalam banyak sejarah manusia sering terlibat atau dilibatkan dalam memporakporandakan sistem relasi kemanusiaan. Permusuhan dan perang atas nama agama masih berlangsung di berbagai komunitas dunia, sampai hari ini, bahkan justeru terjadi di tempat-tempat di mana agama-agama lahir, dalam situasi yang mengerikan. Agama tak lagi diandalkan menciptakan kedamaian dan kenyamanan, sebuah kondisi yang didambakan setiap manusia.

Dengan berbekal temuan-temuan ilmiyah yang dikutipnya, Denny seakan sedang mengekspresikan kekecewaannya terhadap agama, terutama agama-agama besar yang populer, Yahudi, Nasrani, Islam dan Hindu. Meski masih dipeluk oleh mayoritas penduduk bumi manusia, tetapi mereka dipandang tak lagi memberi makna hidup yang membahagiakan.