MELUPAKAN DIRI SENDIRI - FAKKIR

MELUPAKAN DIRI SENDIRI

FAKKIR.XYZ | BUYA HUSEIN MUHAMMAD ~

Tadi sore jam 16.00 aku ngaji kitab tafsir Jalalain kepada para santri. Hari ini sampai pada ayat 44 surah al Baqarah. Ayat ini ditujukan kepada Bani Israil. Mereka diingatkan oleh Nabi agar berterima kasih atas nikmat Allah, memenuhi janji dan takut kepada Allah. Ini merupakan himbauan agar mereka kembali kepada kebenaran. Mereka juga diingatkan agar tidak menjual ayat Allah (agama) untuk memeroleh keuntungan duniawi (a.l. ekonomi, kedudukan, jabatan, reputasi diri, dll).

Lalu adalah menarik sekali ketika Allah mengkritik mereka :

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

“Mengapa kamu menyuruh orang lain untuk mengerjakan kebaikan (berakhlak), sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri (tidak mengerjakan kevaikan itu) padahal kamu membaca Al Kitab. Maka apakah kamu tidak berpikir?”.

Lalu aku menghubungkan ayat ini dengan surah al-Shaff, ayat 2 dan 3 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?”

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

“Sangat besar kemurkaan Allah lantaran kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan.”