USIA PEREMPUAN MENIKAH - FAKKIR

USIA PEREMPUAN MENIKAH

FAKKIR.XYZ | BUYA HUSEIN MUHAMMAD

Aku diundang sahabat Imam Baehaqi, untuk ikut bicara soal Nikah Anak, di hadapan para kiyai se Jawa Tengah, Jogjakarta, dan Jawa Timur, di pesantren Kauman Lasem, Rembang, asuhan Kiyai Zaim. Tanggal 19 Maret 2016. Acara dikemas dalam bentuk Halaqah dan Bahtsul Masail. Di situ aku bilang begini :
Kedewasaan perempuan seyogyanya tidak diukur hanya berdasarkan indikator biologis (menstruasi), melainkan juga indikator kesehatan reproduksi (rahim yang sehat dan kuat), kesehatan intelektual (berpikir mandiri), dan kecakapan bertindak (kesehatan tubuh untuk bekerja). Maka 18 tahun adalah usia peralihan dari situasi anak menjadi situasi dewasa. Pada saat itu aku kira perempuan sudah pantas untuk menikah. Aku pikir itulah usia yang maslahat baginya untuk menikah, jika dia menginginkannya.
Kita seyogyanya berpikir hari ini untuk masa depan bangsa ini, bukan berpikir masa lalu. Menganalogikan persoalan (kasus) hari ini ke kasus yang sama pada masa lampau di tempat lain, tidak selalu membawa kemaslahatan. Karena ada perbedaan budaya dan perkembangan sosial. Jika dulu perempuan tinggal di dalam rumah saja, maka sekarang mereka sudah dituntut bergerak ke luar dan ikut berpartisipasi dalam kehidupan bersama membangun bangsa dan negara. Pepatah Arab mengatakan : “Li Kulli Maqam Maqal”, wa “Li Kulli Maqal Maqam” (pada setiap tempat ada pandangan/pemikiran/wacana sendiri. Dan pada setiap pikiran/ucapan ada tempatnya sendiri).