CARA DA'WAH - FAKKIR

CARA DA’WAH

FAKKIR.XYZ | BUYA HUSEIN MUHAMMAD ~

Suatu hari dalam sebuah perjalanan pulang dari Yogyakarta, dengan kereta api, seorang teman seperjalanan bertanya tentang cara-cara berdakwah belakangan ini. Bagaimana menurutmu?

Aku bilang : “Jika engkau menemui, melihat atau mendengar seseorang yang menyampaikan pandangan, pendapatnya atau kehendaknya dengan cara indoktrinatif, menggurui, menyalahkan orang lain, emosional, nadanya sering meninggi, meledak-ledak, dan serius banget, atau bercanda yang tak lucu bahkan terkesan mengejek, maka ketahuilah bahwa itu indikasi, kira-kira, bahwa dia seorang “intoleran”, atau berbakat menjadi “intoleran” atau simpatisan atau pengagum paham “intoleran” untuk tidak mengatakan seorang “radikalis”.

Dakwah adalah mengajak, bukan memaksa, bukan menakut-nakuti, bukan mengancam-ngancam, bukan menjelek-jelekkan orang, bukan memorovokasi apalagi menciptakan permusuhan dan melakukan kekerasan.

Al-Qur’an sudah lama mengatakan :

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Ajaklah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah (ilmu pengetahuan) dan tuturkata nasehat yang baik dan berdiskusilah dengan mereka dengan cara yang terbaik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk Tuhan. (QS. An-Nahl : 125)

Nabi mengatakan : “Tuhan menugasi aku untuk memperbaiki moralitas kemanusiaan yang luhur”.

Nah, maka sebaiknya engkau berhati-hati saja. Jangan terjebak pada penampilan fisik yang memesona atau gelar yang membanggakan atau kelincahan orasi yang memukau. “Waspadalah, waspadalah”, kata iklan. He he