Dongeng “Mondok Pesantren” (2) - FAKKIR

Dongeng “Mondok Pesantren” (2)

FAKKIR.XYZ | BUYA HUSEIN MUHAMMAD – Perjalanan dari Cirebon ke pesantren di Jawa Timur itu biasanya ditempuh dalam waktu 14 jam, tetapi sering lebih dari itu, 16 atau bahkan kadang bisa sampai lebih dari itu. Maklum. Kereta kelas ekonomi ini harus berhenti mengalah jika akan lewat kereta kelas di atasnya, bisnis maupun eksekutif.

Aku masuk ke dalam kereta sambil berebut kursi. Nah aku melihat kursi kereta ini terbuat dari kayu dengan ayam rotan sebagai tempat duduk. Apa boleh buat. Untuk kereta kelas ekonomi memang begitulah keadaannya dan harus nenerima keadaan itu. Orang-orang miskin harus rela dan menerima keadaan dirinya dengan kesabaran yang penuh sambil terus tersenyum.

Duduk di kursi seperti dalam waktu yang lama, membuat tubuh bagian bawah, pantat, (bokong) seperti hilang, rata. Apalagi bagi orang bertubuh kurus seperti aku. Di kereta ini tak ada pelayanan untuk sewa bantal. Kalau sudah begitu, aku, begitu juga yang lain, menggelar tikar atau kertas koran, di atas lantai atau di bawah kolong kursi. Lalu merebahkan tubuh dan tidur dengan tangan menjadi bantalnya, tanpa peduli para pedagang berkali-kali melangkahi tubuh dan wajahku. Begitulah keadaan Kereta api masa lalu. Sebagian kami ada yang “melekan”, tidak tidur, dan asyik “ngobrol ngalor ngidul”. Di tempat lain ada penumpang yang main gaple biar tak jenuh menunggu waktu. Tetapi sebagian besar bisa tidur nyanyak, bahkan banyak yang mendengkur, ngorok.

Bila subuh tiba, kereta berhenti, di stasiun tujuan. Kertosono. Aku pun turun meski mata masih mengantuk. Barang-barang aku bawa sendiri. Saat itu koper yang ada bukan koper yang ada rodanya. Tasnya juga bukan tas rangsel ala backpaker itu. Jadi ya lumayan berat. Da da Langsam…Selamat jalan.

Di stasiun itu aku menuju mushalla untuk shalat subuh. Tempatnya ada di luar stasiun. Sesudah istirahat sejenak untuk sarapan kami meneruskan perjalanan dengan naik kendaraan yang disebut “opelet”, begitu orang-orang menyebutnya menuju pesantren yang sudah direncanakan.

Bersambung

23.10.2020
HM