GUS DUR RELA MENANGGUNG LUKA - FAKKIR

GUS DUR RELA MENANGGUNG LUKA

FAKKIR.XYZ | BUYA HUSEIN MUHAMMAD

Gus Dur itu pecinta manusia. Hari-harinya dihabiskan untuk menemani manusia-manusia yang hatinya luka, yang dimarjinalkan, yang tak diakui hak-hak hidupnya hanya karena berbeda keyakinan atau tradisinya dan mereka yang papa.

“Pecinta sejati”, kata Rumi, “mengorbankan dirinya sendiri dan tidak mengharap apapun demi imbalan”. Ia adalah lilin dengan api yang menyala. Ia membiarkan api itu terus menyinari ruang-ruang gelap dan dirinya terbakar.

Puisi lain dari sufi agung yang juga amat sering disampaikan Gus Dur dalam banyak kesempatan dan ruang, adalah :

لَا تَصْحَبْ مَنْ لَا يُنْهِضُكَ حَالُه
وَلَا يَدُلُّكَ عَلَى اللهِ مَقَالُهُ

Tak sepatutnya engkau menemani
dia yang tak membangkitkan kebaikan dirimu
Dan kata-katanya
tak membimbingmu
kepada Tuhan

Kata-kata di atas disampakan oleh Ibnu Athaillah al-Sakandari, sufi besar. Gus Dur acap menyampaikannya.

Konon puisi inilah yang menginspirasi para kiyai untuk menamai organisasi NU.