HIDUP INI UNTUK APA? (2 -tamat) - FAKKIR

HIDUP INI UNTUK APA? (2 -tamat)

FAKKIR.XYZ | BUYA HUSEIN MUHAMMAD

Akhirnya aku bilang begini :

Setiap kita adalah pengelana yang menyusuri jalan-jalan di bumi, sama sebagaimana makhluk melata. Di sini masing-masing mencari dirinya sendiri dan kelak akan membawa dirinya sendiri, kembali ke asal.

Abdurrahman Badawi, filsuf Eksistensialis dari Mesir mengatakan :

بالصدفة اتيت الى هذاالعالم وبالصدفة ساغادر هذاالعالم. (عبدالرحمن بدوى).

“Kita datang atas kehendak-Nya, bukan atas kehendak kita,
dan akan meninggalkannya atas kehendak-Nya pula,
bukan atas kehendak kita”.

Dan kita hanya singgah sementara di bawah payung Cinta-Nya untuk pada saatnya berhenti pada satu titik menuju pulang kembali ke asal.

Nabi mengatakan:

ما انا فى الدنيا الا كعابر سبيل استظل تحت شجرة ثم راح وتركها .

“Aku di dunia ini hanyalah bagai pejalan, musafir (pengembara) yang bernaung sejenak di bawah pohon, lalu berangkat lagi dan meninggalkannya”.

Ya, kita akan kembali ke asal,
sendiri-sendiri, sebagaimana kita datang
Lalu kita menghadap-Nya
sendiri-sendiri, membawa diri sendiri
tak ada seorang pun yang menemani perjalanan pulang itu, tak ada lagi para kekasih.

Tak ada apapun yang dibawa serta kecuali “diri” dan pengalamannya selama hidup.

Keturunan kita, kekayaan dan anak-anak yang kita bangga-banggakan tak lagi berguna. Hanya hati yang bersih dan pasrah lah yang dapat membantu kita.

Tubuh kasar, berikut seluruh keindahannya akan menjadi mayat, bangkai dan akan segera hancur lebur, menyisakan tulang belulang.

Yang tersisa hanyalah kenangan dan nama baik.

Selesai