ISLAM AGAMA PERDAMAIAN - FAKKIR

ISLAM AGAMA PERDAMAIAN

FAKKIR.XYZ | BUYA HUSEIN MUHAMMAD ~ Pagi ini, 12.11.2020, aku bicara melalui Zoom, bersama rektor UIN Sunan Kalijaga Yogya, diwakili Dr. Sahiron Syamsuddin, dan habib Husein, tentang Islam dan Perdamaian. Dan di bawah ini adalah sebagian cuplikan sederhana dari yang sampaikan.

Aku bilang :

الاصل فی الاسلام هو السلام، اسم الاسلام هو عين المسمی.

Dasar Islam adalah Salam. Menyebarkan Damai. Nama Islam menunjukkan esensi agama yang dibawa nabi Muhammad bahkan juga agama-agama Langit lainnya.

لا نفرق بينهم ونحن له مسلمون

“Kami para nabi adalah muslim, pengikut agama kepasrahan hanyak kepafa-Nya.

Doktrin fundamental Islam bahwa hanya Allah Satu-satunya Otoritas Tunggal atas segala, mengandung makna bahwa hanya Dia saja, bukan yang lain, yang harus ditunduki, diagungkan dan dipuja. Dengan begitu, tidak seharusnya ada satu atau sekelompok orang atau lembaga apapun yang berhak mengambilalih otoritas tersebut untuk bertindak atas nama-Nya, menghukum orang hanya karena tidak sepaham atau karena identitas sosialnya. Juga seharusnya tidak boleh lagi ada fatwa yang memenjarakan manusia dan menciptakan petaka social yang diakibatkan oleh perbedaan keyakinan dan atau agama yang dipeluk manusia, dan cara mengekspresikan keyakinan dan atau agamanya itu.

Jangan ada pemaksaan terhadap siapapun untuk memeluk agama atau keyakinan dirinya. Pemaksaan di samping melanggar hak prerogatif Tuhan juga tak akan menghasilkan keimanan, melainkan kemunafikan.

الاكراه لا يورث ايمانا وانما يورث نفاقا

Islam hadir untuk membimbing manusia ke jalan hidup utama, mencerdaskan pikiran dan menciptakan kehidupan sosial yang baik , persaudaraan, keadilan, kasih sayang dan cinta bukan untuk menciptakan kerusakan, membodohi, permusuhan, saling membenci dan kekerasan. Ini juga menjadi cita-cita semua agama.

Maka di mana ada ide kesetaraan, perdamaian, keadilan dan kasih, maka di situlah dan itulah Islam, dari manapun dan dari siapapun ia dimunculkan dan dihasilkan. Dan yang terpenting adalah semuanya bukan hanya dipidatokan dengan agitasi yang menggebu-gebu, melainkan dipraktikkan dalam kehidupan bersama.