LAYLA-MAJNUN (7) Qais Berkawan Rusa - FAKKIR

LAYLA-MAJNUN (7) Qais Berkawan Rusa

FAKKIR.XYZ | BUYA HUSEIN MUHAMMAD

Tetapi Qais tak bisa menolak kehadiran cinta itu. Kerinduan dan Cinta itu telah merasuk diam-diam ke dalam hatinya dan kemudian menyatu ke dalam jantung jiwanya. Ia menjadi “gila” (majnun). Qais kemudian mengembara tanpa arah dan membiarkan tubuhnya tak terurus. Rambutnya semrawut dan penuh debu. Ia mengarungi padang pasir yang luas dalam terik matahari yang membakar tubuhnya, seperti panas hatinya yang terbakar oleh cinta kepada Layla. Ia mendaki gunung gemunung dan memasuki hutan-hutan belukar, tanpa manusia. Ia menyendiri, merindu dan menangis. Ia kemudian bersahabat dengan para binatang. Mereka menyayangi Qais, yang manusia itu, dan Qais juga menyayangi mereka. Mereka saling menyayangi. Hari-hari Qais di hutan dilalui bersama para binatang itu: ada rusa, domba, kelinci, singa dan lain-lain. Pada awalnya Qais dan para binatang itu tak saling memahami bahasa masing-masing. Tetapi hari demi hari dengan bahasa isyarat, akhirnya saling memahami. Mereka menjadi keluarga. Qais tidur bersama para binatang itu, tanpa rasa takut. Mereka makan bersama, bermain bersama dan tertawa bersama.

Bila Qais menangis, kawanan binatang itu menemani dan menghibur hatinya. Begitulah hari-hari Qais di hutan. Sampai suatu hari yang mendebarkan jantung Qais datang.