MAULID NABI DI PPI IRAN - FAKKIR

MAULID NABI DI PPI IRAN

FAKKIR.XYZ | BUYA HUSEIN MUHAMMAD –

Siang ini, 03.11.20, aku bicara tentang Maulid Nabi saw. via Zoom, bersama aktivis PPI Iran, Irak, Lebanon, Yaman dll. Aku memulai dengan membaca sepenggal puisi Al-Bushairi nan indah ini:

بِمَدْحِ الْمُصْطَفَى تَحْيَ الْقُلُوبُ
وَتُغْتَفَرُ الْخَطَايَا وَالذُّنُوبُ
وَأَرْجُو أَنْ أَعِيشَ بِهِ سَعِيداً
وَأَلْقَاهُ وَلَيْسَ عَليَّ حُوبُ

نَبِيٌّ كَامِلُ الْاَوْصَافِ تَمَّتْ
مَحَاسِنُهُ فَقِيلَ لَهُ الْحَبِيبُ
يُفَرِّجُ ذِكْرُهُ الْكُرُبَاتِ عَنَّا
إِذَا نَزَلَتْ بِسَاحَتِنَا الْكُرُوبُ
مَدَائِحُهُ تَزِيدُ الْقَلْبَ شوْقاً
إِلَيهِ كَأَنَّهَا حَلْيٌ وَطِيبُ

Memuliakan al-Musthafa,
menghidupkan hatiku
Segala dosa dan salah semoga dimaafkan

Aku berharap hidup bahagia bersamanya
Aku rindu bertemu dengannya
Hingga aku tak lagi berduka karena dosa

Dialah sang paripurna
Dialah puncak segala keindahan
Dialah sang kekasih

Menyebut namanya,
menyembuhkan segala duka lara
Manakala ia menyapaku

Memuliakan Al-Musthafa
makin menambah rinduku padanya
Dia bagai permata
dan mawar mewangi

Lalu :

Seorang penulis, Sarwar, menampilkan Nabi dalam prosa, sebagai model segala yang positif dan indah;

“dialah paragon kelembutan,
kemurahan,
kesopanan,
kehalusan
kesantunan,
keakraban,
kesucian, dan
kesabaran;

kecintaannya kepada manusia demikian memesonakan. Ini dilukiskan dalam banyak puisi populer. Antara lain :

“Apakah suara utama kehidupannya?

Tak ada selain
mencintai Allah,
mencintai manusia..
mencintai anak-anak
mencintai kaum perempuan
mencintai sahabat,
mencintai musuh”.