MENGHAPUS KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN ADALAH KEWAJIBAN SEMUA - FAKKIR

MENGHAPUS KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN ADALAH KEWAJIBAN SEMUA

FAKKIR.XYZ | BUYA HUSEIN MUHAMMAD

Dunia di sekitar kita sampai hari ini masih belum sepenuhnya mendorong kita untuk melihat dengan jujur bahwa perempuan memiliki potensi yang sangat besar baik secara intelektual, moral maupun fisikal bagi kehidupan bersama. Kaum perempuan dalam pandangan itu seakan-akan tidak diciptakan kecuali untuk melahirkan, menyusui anak-anaknya, melayani suami serta menunggu rumah. Dikatakan dalam budaya Jawa: tugas dan kewajiban perempuan adalah di “dapur, kasur dan sumur”.

Sistem sosial yang mensubordinasi perempuan masih terekam dengan kokoh dalam pikiran banyak orang.

Keyakinan tradisi seperti ini telah melenyapkan potensi besar tersebut yang berguna bagi tugas-tugas besar kemanusiaan. Cara pandang ini sesungguhnya juga menimbulkan akibat sangat merugikan dan menderitakan bagi semua.

Perempuan adalah ibu manusia. Melalui dan dari rahim perempuanlah kita semua dikandung dan dilahirkan. Masa depan kita sangat tergantung pada bagaimana kita memperlakukan perempuan. Merendahkan dan melukai perempuan sama dengan merendahkan dan melukai kita, memuliakannya sama dengan memuliakan kita sendiri.

Perlindungan terhadap perempuan tidak patut dimaknai atau dirumuskan sebagai tindakan atau aturan yang dapat menimbulkan pengekangan dan pengucilan (domestikasi). Perlindungan terhadap perempuan juga tidak boleh mengurangi hak-haknya untuk berpartisipasi penuh, beraktifitas dan berprestasi, baik dalam ruang domestic maupun public politik, serta untuk memeroleh semua akses bagi kesejahteraannya dalam keadaan aman dan nyaman.

Menghapus kekerasan terhadap perempuan dan menciptakan sistem sosial yang setara dan berkeadilan adalah kewajiban semua orang.