PENGHORMATAN MARTABAT KEMANUSIAAN DALAM AL-QUR’AN - FAKKIR

PENGHORMATAN MARTABAT KEMANUSIAAN DALAM AL-QUR’AN

Lailatul Qoimah, M.S.I

email: lailatulqoimah@isif.ac.id

Abstrak

 

Pada dasarnya Allah menciptakan manusia adalah sebagai makhluk yang mulia. Manusia mendapat kedudukan yang istimewa di sisi Allah. Dimuliakan Allah dalam bentuk asal penciptaan sebagai makhluk yang terbaik (Ahsani Taqwim) seperti pada firman Allah dalam al-Qu’ran  Surat at-Tin ayat 4. Bahkan Allah telah memuliakan manusia atas sebagian besar makhluk-makhluk-Nya, serta benar-benar melebihkan mereka atas makhluk lain.

Manusia juga merupakan tokoh sentral di dalam al-Qur’an. Meskipun dari segi penciptaan, manusia sama dengan makhluk makhluk lain yakni sama sama berasal dari air dan tanah. Namun terdapat satu unsur yang membedakan manusia dari makhluk yang lain, yakni setelah manusia dibentuk dengan bentuk yang sempurna, Allah meniupkan ruh ke dalam diri manusia. Manusia dengan segala kekurangan dan kelebihannya adalah Khalifah. Khalifah sejatinya merupakan nama bagi pengemban sifat khilafah yang terambil dari kata kerja khalafa yang berarti menggantikan yang berlalu. Manusia disemati nama khalifah, karena keberadaannya bersifat sementara di muka bumi dan akan saling menggantikan satu sama lain dari satu generasi ke generasi lainnya.

Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Kata Kunci : Manusia, ruh, khalifah.