PERMUDAHLAH. JANGAN MEMPERSULIT DAN GUNAKAN AKAL - FAKKIR

PERMUDAHLAH. JANGAN MEMPERSULIT DAN GUNAKAN AKAL

FAKKIR.XYZ | BUYA HUSEIN MUHAMMAD

Dulu di sini aku pernah menulis berjudul “Menghukum dan Membebaskan” :

Manusia seringkali lebih suka dan sangat rajin memperbanyak bikin aturan: ini wajib, itu terlarang, ini halal dan itu haram. Malahan belakangan ini seringkali aturan yang melarang dan mengharamkan lebih banyak daripada yang memberi ruang untuk bergerak. Lebih dari itu barang-barang yang seharusnya tidak perlu dilabeli halal, justeru harus dicap halal. Jika tidak maka ia dianggap haram. Betapa anehnya.

Itu berbeda sekali dengan cara mendidik yang disampaikan kitab suci al-Qur’an. Ia lebih banyak memuat kisah bangsa-bangsa atau umat masa lalu dengan segala peristiwa yang terjadi di dalamnya. Lalu Tuhan mengakhiri kisah itu dengan pertanyaan kritikal dan menyentuh:

افلا يتدبرون
افلا ينظرون
افلا تتفكرون
افلا تعقلون
افلا تبصرون
فاعتبروا يا اولى الابصار

Apakah mereka tidak merenungkannya?,
Apakah mereka tidak mengamati…?
Apakah kamu tidak memikirkannya
Apakah kamu tidak berakal ?
Apakah kamu tidak melihat
Ambillah pelajaran hai orang-orang yang mempunyai mata?

Tuhan melalui kata-kata tersebut menyindir manusia yang tidak berpikir dan tidak menggunakan akalnya. Padahal akal lah yang menjadi inti manusia, dan sesuatu yang membedakannya dari yang bukan manusia. Dan karena faktor akal lah manusia menjadi makhluk yang diserahi tanggungjawab mengelola dunia (khalifah fil Ardh).

Nah, tampak sekali bedanya. Manusia lebih senang memaksakan kehendak, membatasi gerak dan menghukum. Sedang Tuhan lebih senang mengajak manusia berpikir dan menumbuhkan kesadaran diri serta memberi ruang kreatifitas untuk mengatur hidup bersamanya dengan sebaik- baiknya dalam relasi kesalingan. Saling mengasihi, saling mengormati hak-haknya, saling bekerjasama, saling memudahkan dan saling membahagiakan.

Nabi Saw sendiri dalam suatu kesempatan mengatakan :

يسروا ولا تعسروا. بشروا ولا تنفروا

Permudahlah dan jangan mempersulit. Gembirakanlah dan jangan membuat lari.

Nabi Saw bersabda :

إِنَّ الدِّيْنَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّيْنَ إِلاَّ غَلَبَهُ، فَسَدِّدُوْا وَقَارِبُوْا، وَأَبْشِرُوْا، وَاسْتَعِيْنُوْا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَيْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ.

“Sesungguhnya agama itu mudah. Siapapun yang mempersulit dalam beragama, niscaya akan terkalahkan (akan ditinggalkan). Oleh karena itu, bertindak luruslah, dekatilah, dan gembirakanlah serta memohonlah pertolongan (kepada Allah) di waktu pagi, petang dan sebagian malam.”

Betapa indah dan maha bijaksananya Tuhan.